M0219037 Firda Nur Setyanto Penulis Mahasiswa Program Studi S-1 Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
A. Latar Belakang
Salah satu permasalahan yang timbul sebagai dampak perkembangan industri dan gaya hidup masyarakat adalah permasalahan sampah plastik. Masyarakat pada zaman ini banyak menggunakan barang-barang yang terbuat dari plastik, seperti kantong plastik, sedotan, botol plastik, dan sebagainya. Akibat dari penggunaanya yang singkat, volume sampah dari barang-barang tersebut meningkat dan menjadi pencemar lingkungan. Oleh karena itu, pencarian solusi atas masalah sampah plastik ini sangat penting untuk dilakukan.
Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah plastik di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun mencapai angka 10,95 juta lembar. Terlebih lagi ditemukannya sampah plastik baru-baru ini di perairan Indonesia yang tidak hancur meskipun sudah berusia 19 tahun. Fakta tersebut semakin memotivasi tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk menciptakan plastik yang degradable—dapat terurai di lingkungan—dengan bahan baku memanfaatkan limbah enceng gondok sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. (fmipa, 2019, https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/#, 31 Agustus 2019).
B. Tujuan
Menciptakan inovasi bioplastik degradable dari limbah enceng gondok sebagai pengganti plastik yang lebih ramah lingkungan dan memberikan inspirasi tentang pengolahan limbah organik.
C. Pembahasan
Tim gabungan mahasiswa dari fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Kedokteran UNS yang diketuai oleh Jeesica Hermayanti Pratama (S1 Kimia), dan beranggotakan Rizka Lailatul Rohmah (D4 K3) serta Amalia (S1 Kimia) telah berhasil membuat bioplastik yang ramah lingkungan. Tim ini berada dibawah bimbingan Dr. Teguh Endah Saraswati salah satu dosen di program studi Kimia UNS. Produk bioplastik yang tim ini buat dinamai dengan singkatan B-CAN (Bioplastics-based on Cellulose Acetate Nanofiber). (fmipa, 2019, https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/#, 31 Agustus 2019).
Limbah enceng gondok dipilih sebagai bahan campuran B-CAN. Artikel berita FMIPA UNS dalam situsnya https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/# menyatakan bahwa alasan pemilihan enceng gondok karena tumbuhan ini mengandung selulosa dengan kadar yang tinggi, mencapai 50%. Selulosa dari tumbuhan eceng gondok inilah yang nantinya dimanfaatkan oleh tim tersebut sebagai bahan campuran dalam bioplastik. Selain itu, enceng godok sering dianggap gulma—tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan di lahan pertanian—karena dapat merusak perairan. Tumbuhan ini hidup liar dan berkembang biak cepat diperairan sehingga untuk ketersedian bahan B-CAN tidak perlu dikhawatirkan.
Penelitian dilakukan di Laboraturium Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam UNS. Untuk membuat B-CAN, bahan berupa selulosa eceng gondok di campur dengan pati, kitosan, dan gliserol. Hasilnya diperoleh bioplastik B-CAN yang berwarna bening dan lentur mirip seperti plastik biasanya. Namun, tidak seperti plastik biasa, bioplastik mudah terurai di lingkungan—degradable. (fmipa, 2019, https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/#, 31 Agustus 2019).
Melalui inovasi ini, tim ini berharap bioplastik B-CAN akan dapat menggantikan penggunaan plastik yang selama ini menimbulkan permasalahan lingkungan karena timbunannya yang tidak dapat terdegradasi dengan mudah baik di perairan maupun di tanah. (fmipa, 2019, https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/#, 31 Agustus 2019)
D. Kesimpulan
B-CAN (Bioplastics-based on Cellulose Acetate Nanofiber) merupakan inovasi bioplastik degradable dari limbah enceng gondok yang berhasil dibuat oleh tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan sampah plastik yang terjadi dan dapat memberikan inspirasi serta semangat berinovasi bagi para pembaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar