Sabtu, 31 Agustus 2019

REVIEW ARTIKEL: BIOPLASTIK RAMAH LINGKUNGAN KARYA MAHASISWA UNS

M0219037 Firda Nur Setyanto Penulis Mahasiswa Program Studi S-1 Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

A. Latar Belakang

Salah satu permasalahan yang timbul sebagai dampak perkembangan industri dan gaya hidup masyarakat adalah permasalahan sampah plastik. Masyarakat pada zaman ini banyak menggunakan barang-barang yang terbuat dari plastik, seperti kantong plastik, sedotan, botol plastik, dan sebagainya. Akibat dari penggunaanya yang singkat, volume sampah dari barang-barang tersebut meningkat dan menjadi pencemar lingkungan. Oleh karena itu, pencarian solusi atas masalah sampah plastik ini sangat penting untuk dilakukan.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah plastik di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun mencapai angka 10,95 juta lembar.  Terlebih lagi ditemukannya sampah plastik baru-baru ini di perairan Indonesia yang tidak hancur meskipun sudah berusia 19 tahun. Fakta tersebut semakin memotivasi tim mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk menciptakan plastik yang degradable—dapat terurai di lingkungan—dengan bahan baku memanfaatkan limbah enceng gondok sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. (fmipa, 2019, https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/#, 31 Agustus 2019).

B.  Tujuan

Menciptakan inovasi bioplastik degradable dari limbah enceng gondok sebagai pengganti plastik yang lebih ramah lingkungan dan memberikan inspirasi tentang pengolahan limbah organik.

C.  Pembahasan

Tim gabungan mahasiswa dari fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Kedokteran UNS  yang diketuai oleh Jeesica Hermayanti Pratama (S1 Kimia), dan beranggotakan Rizka Lailatul Rohmah (D4 K3) serta Amalia (S1 Kimia) telah berhasil membuat bioplastik yang ramah lingkungan. Tim ini berada dibawah bimbingan Dr. Teguh Endah Saraswati salah satu dosen di program studi Kimia UNS. Produk bioplastik yang tim ini buat dinamai dengan singkatan B-CAN (Bioplastics-based on Cellulose Acetate Nanofiber). (fmipa, 2019, https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/#, 31 Agustus 2019).

Limbah enceng gondok dipilih sebagai bahan campuran B-CAN. Artikel berita FMIPA UNS dalam situsnya https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/# menyatakan bahwa alasan pemilihan enceng gondok karena tumbuhan ini mengandung selulosa dengan kadar yang tinggi, mencapai 50%. Selulosa dari tumbuhan eceng gondok inilah yang nantinya dimanfaatkan oleh tim tersebut sebagai bahan campuran dalam bioplastik. Selain itu, enceng godok sering dianggap gulma—tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan di lahan pertanian—karena dapat merusak perairan. Tumbuhan ini hidup liar dan berkembang biak cepat diperairan sehingga untuk ketersedian bahan B-CAN tidak perlu dikhawatirkan.

Penelitian dilakukan di Laboraturium Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam UNS. Untuk membuat B-CAN, bahan berupa selulosa eceng gondok di campur dengan pati, kitosan, dan gliserol. Hasilnya diperoleh bioplastik B-CAN yang berwarna bening dan lentur mirip seperti plastik biasanya. Namun, tidak seperti plastik biasa, bioplastik mudah terurai di lingkungan—degradable. (fmipa, 2019, https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/#, 31 Agustus 2019).

Melalui inovasi ini, tim ini berharap bioplastik B-CAN akan dapat menggantikan penggunaan plastik yang selama ini menimbulkan permasalahan lingkungan karena timbunannya yang tidak dapat terdegradasi dengan mudah baik di perairan maupun di tanah. (fmipa, 2019, https://mipa.uns.ac.id/index.php/2019/06/17/manfaatkan-limbah-eceng-gondok-mahasiswa-fmipa-ciptakan-bioplastik-ramah-lingkungan/#, 31 Agustus 2019)

D.  Kesimpulan

B-CAN (Bioplastics-based on Cellulose Acetate Nanofiber) merupakan inovasi bioplastik degradable dari limbah enceng gondok yang berhasil dibuat oleh tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan sampah plastik yang terjadi dan dapat memberikan inspirasi serta semangat berinovasi bagi para pembaca.

Jumat, 30 Agustus 2019

PARTISIPASI SIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS SEBELAS MARET DALAM PROGRAM GREEN CAMPUS

M0219037 Firda Nur Setyanto Penulis Mahasiswa Program Studi S-1 Fisika  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

A. Latar Belakang

Program Green Campus  merupakan bagian dari gerakan Go Green yang sedang populer beberapa tahun belakangan ini. Gerakan Go Green sendiri adalah gaya hidup ramah lingkungan sebagai bentuk keprihatinan masyarakat terhadap isu pencemaran lingkungan serta pemanasan global yang terjadi. Program Green Campus menuntut warga akademik di perguruan tinggi  untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan Go Green—ramah terhadap lingkungan, menjaga kebersihan dan kelestarian linkungannya. Salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia yang menerapkan program ini adalah Universitas Sebelas Maret (UNS).

Universitas Sebelas Maret berkomitmen mewujudkan kampus yang ramah lingkungan—Green Campus. UNS memiliki banyak ruang terbuka hijau (RTH) dan sebuah danau yang bersih. Sehingga secara umum lingkungan UNS telihat teduh dan asri. Renovasi dan pembangunan yang sesuai dengan standar Green Campus terus dilakukan hingga kini. Berbagai kebijakan terkait pun telah ditetapkan. Seperti penyediaan bus kampus dan  penerangan lampu LED. Atas usahanya tersebut, pada tahun 2018 UNS menempati  peringkat  7 sebagai universitas paling ramah lingkungan se-Indonesia menurut UI GreenMetric.
(Artikel selengkapnya bisa dilihat disini)

Program Green Campus UNS memiliki jargon “Tidak sekedar ijo royo-royo!” yang kurang lebih bermakna tidak sekedar kampus yang hijau asri oleh pepohonannya. Salah satu esensi dari program ini adalah partisipasi dari warganya—sivitas akademika. Setiap individu di lingkungan Universitas Sebelas Maret diharapkan dapat menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

B. Tujuan

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk partisipasi sivitas akademika Universitas Sebelas Maret dalam program Green Campus serta mengenalkan  program Green Campus Universitas Sebelas Maret kepada pembaca.

C. Pembahasan

Universitas Sebelas Maret telah dikategorikan sebagai green campus. Namun masih banyak mahasiswa UNS yang belum mengetahui pasti apa tujuan UNS menjadi green campus. Pemahaman mereka tentang program ini masih sebatas ‘kampus yang banyak pohon rindangnya’. Padahal  pihak kampus telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi berbagai kekurangan kampus. Partisipasi dari mahasiswa pun menjadi kurang maksimal.
(Artikel selengkapnya bisa dilihat disini)

Partisipasi mahasiswa dalam mewujudkan kampus UNS ramah lingkungan dapat dilihat dari lomba-lomba yang di adakan oleh Tim Green Campus UNS. Informasi mengenai lomba dan acara yang diadakan Tim Green Campus UNS serta informasi tentang Program Green Campus UNS dapat dilihat di website resminya yakni greencampus.uns.ac.id. Banyak ide yang inovatif dilombakan para mahasiswa se-universitas demi mendapat juara pertama. Para mahasiswa juga menyalurkan ide mereka lewat artikel di internet. Salah satunya adalah  TESTA (Tempat Sampah Tepat Guna)—inovasi untuk permasalahan tempat sampah yang tercampur antara organik dan anorganik .
(Artikel selengkapnya tentang TESTA bisa dilihat disini)

Kegiatan penanaman pohon menjadi salah satu wadah partisipasi sivitas akademika UNS. Kegiatan penanaman pohon yang pernah dilakukan di UNS misalnya penanaman pohon oleh rektor bersama mahasiswa pada Jumat (5/2/2016). Kegiatan ini dipimpin Rektor UNS, Ravik Karsidi bersama para mahasiswa menanam 600 bibit pohon, diantaranya termasuk dalam 27 jenis tumbuhan langka. Penanaman dilakukan di lingkungan dalam dan luar kampus. Kegiatan dilanjutkan penanaman oleh mahasiswa baru 2016/2017 dalam gerakan one student five trees.
(Artikel lengkap bisa dilihat disini)

Partisipasi sivitas akademika UNS dalam Program Green Campus ini bisa mengarah ke luar lingkungan kampus. Seperti yang dilakukan sekelompok mahasiswa UNS yang terdiri atas Raden Roro Ilma Kusuma Wardani, Irfina Widya Istiqomah, Eka Nurmala Sari, Wiji Tuhu Utami dan Marfuah Shalihah. Proposal mereka lolos pendanaan program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh KementerianRiset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2019. Melalui proposal dengan judul “Kampung Sampah” Program Komersialisasi Sampah Masyarakat di Sawah Karang, Jebres, tim mahasiswa memiliki tujuan mulia agar masyarakat di lingkungan Jebres memiliki kesadaran dalam memanfaatkan sampah.
(Artikel lengkap bisa dilihat disini)

Partisipasi sivitas akademika UNS bisa dilakukan di tingkat fakultas dan dengan berbagai acara. Contahnya sebagai wujud komitmen dalam rangka menjaga kampus hijau (green campus)Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS memberikan hadiah berupa 16 sepeda onthel. Hadiah ini diberikan kepada mahasiwa, dosen dan karyawan yang beruntung dengan cara diundi. Pengundian hadiah dilakukan pada hari Jumat (5/10/2018) dihadapan rektor, wakil rektor, ketua lembaga dan segenap civitas akademika FMIPA pada acara puncak Dies Natalis ke-22 FMIPA UNS dihalaman parkir gedung A.
(Artikel lengkap bisa dilihat disini)

D. Kesimpulan

Partisipasi Sivitas Akademika Universitas Sebelas Maret dalam Program Green Campus dilakukan di berbagai tingkat dengan berbagai macam cara dan kegiatan. Sudah sepatutnya bagi kita sebagai warga green campus UNS untuk ikut mewujudkan UNS kampus ramah lingkungan dengan berbagai cara yang sesuai dengan diri kita masing-masing.